AL-QUR'AN SEBAGAI PEDOMAN HIDUP YANG BENAR
Al-Qur’an secara ilmu kebahasaan berakar dari kata qaraa- yaqrau -quranan yang mengandung arti sesuatu yang dibaca atau bacaan. Al-Qur’an merupakan pedoman hidup umat muslim di seluruh dunia. Secara umum Al-Qur’an didefinisikan sebagai sebuah kitab yang berisi himpunan kalam Allah, dan Al-Qur’an merupakan sesuatu mukjizat yang diturunkan kepada Nabi Muhammad SAW melalui perantara malaikat Jibril, ditulis dalam mushaf yang kemurniannya sudah pasti dan Al-Qur’an senantiasa terpelihara dan tidak akan berubah sedikit pun isi di dalamnya sepanjang masa. Tidak seperti kitab-kitab yang lain yang telah Allah turunkan kepada Nabi-nabi terdahulu, seperti kitab Zabur, Taurat, dan Injil yang pada saat ini isi di dalamnya yang semula berisi firman-firman Allah telah berubah dan diganti isinya oleh pemuka agama lain yang sudah melenceng dari kaidah agama yang benar, walaupun mereka sebenarnya merupakan agama samawi tetapi telah melenceng. Jadi agama samawi yang masih benar ajarannya pada saat ini hanyalah agama Islam.
Allah SWT berfirman :
الْيَوْمَ أَكمَلْتُ لَكُمْ دِيْنَكُمْ وَ أَتْمَمْتُ عَلَيْكُمْ
نِعْمَتِيْ وَرَضِيْتُ لَكُمْ الإِسلاَمَ دِيْنًا...ج (سورة المائدة :
3)
“pada hari ini telah Kusempurnakan untuk kamu agamamu, dan telah
Ku-cukupkan kepadamu nikmat-Ku, dan telah Ku-ridhai Islam itu jadi agama
bagimu...” (QS. Al- Maidah : 3)
Agama Islam adalah
agama yang sempurna, yang sempurna dengan segala sesuatu yang berkaitan dengan
kehidupan manusia. Al-Qur’an telah mengatur segala sesuatu yang terkait dengan
urusan dunia dan urusan akhirat. Hal ini tertuang dalam Al-Qur’an dan Hadits yang merupakan sumber pedoman
hidup manusia.
Allah SWT berfirman :
وَمَنْ يَبْـتَغِ غَيْرَ
الْإِسلاَمِ دِيْنًا فَلَنْ يُقْبَلَ مِنْهُ وَهُوَ فِيْ الأَخِرَةِ مِنَ
الخَاسِرِيْنِ (سورة المائدة :8 )
"Barangsiapa mencari
agama selain agama Islam, maka sekali-kali tidaklah akan diterima (agama itu)
daripadanya, dan Dia di akhirat termasuk orang-orang yang merudi”
Salah satu hal penting
sebagai bukti bahwa Islam merupakan satu-satunya agama yang benar dan cocok
dijadikan sebagai pedoman hidup manusia adalah dengan adanya keselarasan antara
agama Islam dengan ilmu pengetahuan, sehingga bisa dicapai titik temu antara
keduanya. Bahkan, selain sebagai pedoman hidup,
Al-Qur’an dan Hadist merupakan sumber ilmu pengetahuan.
Al-Qur’an diturunkan
kepada Nabi Muhammad SAW merupakan mukjizat yang paling besar pengaruhnya,
isinya selalu relevan dengan kehidupan, serta ilmu-ilmu yang terkandung di
dalamnya merupakan anugerah bagi manusia.
Salah satu kemu’jizatan atau keistimewaan Al-Qur’an adalah hubungannya
dengan sains dan ilmu pengetahuan, begitu pentingnya sains dan ilmu pengetahuan
dalam Al-Qur’an sehingga Allah menurunkan ayat yang pertama kali yang berkaitan
dengan sains yaitu Surah Al-‘ Alaq ayat 1-5.
إِقْرَأْ بِاسْمِ رَبِّكَ الَّذِيْ
خَلَقَ●خَلَقَ الْإِنْسَانَ مِنْ عَلَقَ●اِقْرَأْ وَرَبُّكَ الأَكْرَمُ●الَّذِيْ عَلَّمَ بِالْقَلَمِ●عَلَّمَ الْإِنْسَانَ مَا لَمْ
يَعْلَمْ● (سورة العلق : 5-1)
" Bacalah dengan
(menyebut) nama Tuhanmu yang
menciptakan. Dia telah manusia dari segumpal darah. Bacalah dan Tuhanmulah yang
maha mulia. Yang mengajar (manusia) dengan pena. Dia mengajarkan
manusia apa yang tidak diketahuinya. (Surah
Al-‘Alaq : 1-5 )
Menurut
Joseph kecerdasan dalam arti umum adalah suatu kemampuan umum yang membedakan
kualitas orang satu dengan orang yang lain, kecerdasan intelektual lazim
disebut dengan inteligensi. Intelegensi menurut Sudrajat, intelegensi terbagi
menjadi dua kelompok, pertama adalah dengan istilah g factor yang biasa
disebut dengan kemampuan kognitif yang
dimiliki secara individu, misalnya kemampuan mengingat dan berpikir, yang kedua
adalah intelegensi yang dipengaruhi oleh lingkungan sekitarnya.
Kita sebagai Manusia
harusnya selalu mensyukuri nikmat yang diberian oleh Allah. Contohnya kita
telah dibekali Allah oleh akal fikiran
yang sempurna, dan intelektualitas yang cerdas. Seperti daya ingat yang tajam,
sistematika dalam berpikir dan bisa merumuskan persoalan, menyikapi persoalan
secara simpel dan lain sebagainya, seperti kemampuan untuk menghafal Al-Qur’an
dan Hadits serta beberapa rumusan berpikir dalam ilmu pengetahuan.
Maha benar Allah
dengan segala firmannya. Allah menyatakan bahwa Al-Qur’an adalah penawar. Benar
adanya bahwa Al-Qur’an adalah penawar untuk orang-orang yang beriman.
Penelitian ilmiah yang notabene pikkiran manusia, telah membuktikan kebenaran
bahwa Al-Qur’an adalah penawar.
Apakah dengan
perjalanan kehidupan umat manusia masih ada yang meragukan kebenaran isi
Al-Qur’an untuk dijadikan sebagai satu-satunya
pedoman hidup manusia ? Jawabanya masih banyak sekali umat manusia yang
masih meragukan kebenaran isi Al-Qur’an, tetapi banyak juga yang menjadi mualaf
karena kebenaran Al-Qur’an. Seperti
pada tahun 2020 Dokter Gigi, drg.Crissa Grani yang memutuskan untuk memeluk
agama islam pada masa pandemi Covid-19 dikarenakan kebenaran ilmiah di dalam
Al-Qur’an.
Al-Qur’an telah
mejelaskan tentang kualitas intelektual yang sudah menjdi potensi awal manusia,
karena ketika manusia diciptakan Allah, telah mengajarkan kepada Nabi Adam
dengan segala benda. Hal ini dijelaskan dalam surah Al-Baqarah ayat 31 :
وَعَلَّمَ آدَمَ الْأَسْمَاءَ كُلَّهَا ثُمَّ عَرَضُهُمْ عَلَى الْمَلَئِكَةِ
فَقَالَ اَنْبِئُوْنِيْ بِأَسْمَاءِ هَؤُلَاءِ اِنْ كُنْتُمْ صَادِقِيْنَ
(سورة البقرة: 31)
“Dan Dia ajarkan kepada Adam
nama-nama (benda) semuanya kemudian Dia perlihatkan kepada para malaikat,
seraya berfirman, sebutkan kepada-Ku semua nama benda yang ini, jika kamu yang
benar ( QS. Al- Baqarah : 31)
Perbedaan antara manusia yang berilmu dengan yang tidak berilmu dalam
Al-Qur’an tersebut, memberikan isyarat bahwa segala kejadian yang berlangsung,
hendaknya senantiasa dikembalikan kepada orang yang berilmu pengetahuan. Karena
orang yang berilmu pengetahuan sangatlah berbeda dengan orang yang tidak
memiliki ilmu pengetahuan. Hal ini telah dijelaskan di dalam Al-Qur’an . Di
dalam Surah Al-Mujadalah ayat 11, Allah akan mengangkat derajat orang-orang
yang berilmu pengetahuan dam di Surah Az-Zumar ayat 9, Allah membedakan orang yang berilmu dengan
orang yang tidak berilmu : “kataknlah : Adakah sama orang-orang yang berilmu
pengetahuan dan orang-orang yang tidak berilmu pengetahuan”.
Kecerdasan
– kecerdasan intelektual yang dimiliki manusia sebagaimana yang telah
dijelaskan di dalam Al-Qur’an memberikan kita sebuah gambaran yang real atau
benar bahwa manusia di ciptakan oleh Allah di berikan potensi yang sangat luar
biasa berupa akal dan pikiran yang harus kita sykuri , dengan ini kita memiliki
perbedaan dengan mahluk Allah yang lainnya. Dengan potensi dan kelebihan yang
telah kita miliki haruslah kita memperdalami segala sesuatu yang dibahas di
dalam Al-Qur’an dan mengkaji setiap ayat-ayatnya agar senantiasa meberiakn
dampak positif bagi keberlangsungan hidup kita. Dengan memahami ayat-ayat di
dalam Al-Qur’an dan menjalankannya maka kehidupan kita akan sesuai dengan
tuntunan Al-Qur’an.
Komentar
Posting Komentar